Halo Sahabat Edukasi dan teman-teman pembelajar yang selalu bersemangat!
Tadi malam, sambil mengenang masa-masa kuliah dulu, Bapak kembali membongkar arsip presentasi riset kelompok Antropologi
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) besar di Indonesia dengan puluhan ribu mahasiswa yang tersebar di kampus Dipatiukur (Bandung) dan Jatinangor (Sumedang)
Nah, bagaimana sebenarnya cara ilmu Antropologi melihat kebiasaan mahasiswa setelah jam perkuliahan berakhir
1. Mengapa Kebiasaan Mahasiswa Perlu Diteliti Secara Antropologis?
Bagi sebagian orang, kegiatan setelah kuliah mungkin cuma dianggap nongkrong biasa
Dalam penelitian ini, ada dua pisau analisis teori sosial-antropologi utama yang digunakan
Teori Fakta Sosial (Emile Durkheim):
Melihat bahwa tindakan dan cara berpikir mahasiswa ketika berinteraksi dalam kelompok/organisasi sosial dipengaruhi oleh aturan, norma, dan struktur sosial di luar dirinya yang bersifat mengikat
. Teori Fungsionalisme (Bronislaw Malinowski):
Melihat bahwa setiap aktivitas dan unsur kebudayaan yang dilakukan mahasiswa sebenarnya berfungsi untuk memuaskan kebutuhan dasar/naluri hidupnya, termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi dan interaksi sosial
.
2. Metodologi Penelitian di Lapangan
Untuk mendapatkan gambaran yang utuh, riset ini tidak hanya mengandalkan teori di atas kertas
Studi Literatur: Mempelajari data statistik dan profil demografi mahasiswa
. Wawancara & Kuesioner: Menggali keterangan langsung dari para responden mahasiswa
. Pembauran (Observasi Partisipasi): Ikut nimbrung dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa di area kampus dan sekitarnya
.
3. Tiga Temuan Unik Budaya Mahasiswa di Luar Jam Kuliah
Berdasarkan data lapangan yang terkumpul, terdapat beberapa kecenderungan budaya menarik dari mahasiswa
a. Budaya Nongkrong Setelah Kelas
Sebagian besar mahasiswa memilih untuk tidak langsung pulang ke tempat kos atau rumah setelah jam kuliah usai
b. Bahasa Gaul & Penggunaan Bahasa Sunda Loma
Meskipun mahasiswa UNPAD berasal dari berbagai daerah di Indonesia, pembauran budaya lokal Sunda terasa sangat kuat
c. Sistem Ekonomi & Strategi Finansial Mahasiswa
Menerapkan teori fungsionalisme Malinowski pada sistem mata pencaharian hidup/ekonomi
Dependen: Mahasiswa yang sepenuhnya mengandalkan kiriman dana rutin dari orang tua
. Beasiswa: Mahasiswa yang menopang biaya kuliah dan hidup dari bantuan dana pendidikan/beasiswa
. Mandiri: Mahasiswa yang kreatif mencari penghasilan tambahan sendiri melalui usaha kecil-kecilan, kerja paruh waktu, atau proyek lepas (freelance)
.
Pesan Kang Asep untuk Mahasiswa
Melakukan riset etnografi sederhana seperti ini membuktikan bahwa kebudayaan itu tidak selalu harus jauh-jauh pergi ke suku terasing
Penelitian terhadap budaya kampus tidak hanya menjadi tugas akademis
Semoga tulisan riset sederhana ini menginspirasi kalian yang sedang belajar metodologi penelitian lapangan ya
Salam hangat dan salam pembelajar,
Asep Muhaemin Al-Ansori

0 Komentar